Jakarta, CNBC Indonesia – Industri perbankan syariah Indonesia bakal kedatangan sejumlah pemain baru. Ini seiring dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong konsolidasi di industri perbankan syariah.

Seperti diketahui, unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), BTN Syariah sedang dalam proses untuk pelepasan atau spin off dan hendak mengakuisisi PT Bank Muamalat Tbk. Kemudian, OJK mengungkapkan akan ada penggabungan atau merger sebanyak 3 hingga 4 bank syariah yang diinisiasi oleh bank swasta.

PT Bank Mega Syariah (BMS) melihat banyaknya pesaing justru membuat bank syariah milik CT Corp itu untuk semakin bergerilya. Menurut Direktur Utama BMS Yuwono Waluyo, pihaknya senang dengan banyaknya keberadaan pemain baru di industri perbankan syariah.

“Makin banyak kompetitor kan harusnya kita juga makin bergerilya, justru lebih menarik lagi. Menurut saya, fine-fine aja, saya sih senang-senang aja, ya. Melihat BSI kompetitor yang kayaknya gede banget. Tapi, saya melihatnya menjadi suatu challenge yang sangat baik untuk belajar sih,” kata Yuwono usai Mini Talk Show Bank Mega Syariah dan BPKH di Masjid Istiqlal, Rabu (3/4/2024).

Ia mengatakan persaingan di perbankan syariah dapat mendorong BMS untuk dapat mengejar pertumbuhan lebih besar lagi.

“Jadi kalau ada lagi nanti [bank syariah] yang akan besar, ya alhamdulillah. Pasti makin bagus lagi bank syariah kan sekarang [market share perbankan syariah] baru 7%,” ujar Yuwono.

Dengan begitu, harapannya sosialisasi perbankan syariah di Indonesia yang 80% penduduknya muslim dapat lebih masif lagi.

“Makin banyak bagus kan, jadi sounding di 80% penduduk muslim ini lebih kenceng syariahnya. Makin banyak yang masuk, makin banyak yang branding bank syariah kan akan makin, kita juga literasinya nggak susah-susah, tinggal nambahin dikit,” jelas Yuwono.

Sementara itu, BMS berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025 atau 2026. Yuwono mengatakan pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan konsolidasi dengan bank syariah lain, sebagaimana yang didorong oleh OJK.

“Karena kan mesti diingat Mega Syariah adalah bagian dari CT Corp. Jadi untuk ekosistem cukup gede,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Terungkap! Ada Bank Kinerjanya Susut karena Berubah Syariah


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *