Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah ambruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hanya dalam hitungan menit.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka anjlok 1,23% ke level Rp16.035/US$ pada awal perdagangan hari ini (16/4/2024) dan tidak sampai delapan menit kemudian, rupiah kembali melemah ke level Rp16.110/US$ atau turun 1,7%.

Posisi rupiah saat ini merupakan yang terlemah sejak 8 April 2020 atau sekitar empat tahun terakhir.



Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09:11 WIB naik ke angka 106,3 atau menguat 0,09%. Apresiasi DXY ini telah terjadi selama enam hari beruntun sejak 9 April 2024 atau telah naik sekitar dua indeks poin hanya dalam kurun waktu singkat.

Salah satu alasan utama ambruknya nilai tukar rupiah yakni kekhawatiran pelaku pasar khususnya yang terjadi di Timur Tengah akibat serangan yang dilakukan Iran terhadap Israel Sabtu lalu.

Iran melakukan serangan udara ke Israel pada Sabtu malam (13/4/2024) dengan meluncurkan drone peledak dan menembakkan 300 rudal untuk membela diri atas upaya Negara Yahudi itu yang ingin memperluas eskalasi perang di Timur Tengah.

Tensi geopolitik di timur tengah yang makin panas membuat para pelaku khawatir akan ada perang lebih besar yang dapat membuat ekonomi dunia makin terpuruk. Ini menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan potensi dampak rambatan dari meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah itu akan terlihat di sektor pasar keuangan, terutama saat pembukaan perdagangan.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Naik 3 Hari Beruntun, Rupiah Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan


(rev/rev)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *