Jakarta, CNBC Indonesia – Keluarga Hartono mendadak menjadi sorotan penggemar sepak bola Italia. Hal ini seiring dengan prestasi Como 1907, klub bola milik Grup Djarum yang berhasil lolos ke Serie A setelah mencetak hasil imbang di pertandingan Serie B terakhirnya melawan Cosenza Calcio.

Hal itu menjadi sejarah, mengingat Como menjadi penghuni Serie B selama 21 tahun terakhir. 

Sebagai informasi, pada tahun 2019, Sent Entertaiment Ltd mengambil alih Como 1907. Sent Entertainment dikendalikan oleh Grup Djarum, milik Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Sent kala itu mencaplok Como dengan harga relatif murah, atau tidak sampai Rp 5 miliar. Maklum, Como diambil alih dalam kondisi yang mengenaskan. Kala diakuisisi, Como bahkan tidak punya pemain.

“Kita beli nggak sampai Rp 5 miliar, istilahnya nebus di pegadaian. Pada 1 Juli kemarin nggak punya pemain sama sekali. Aset-aset yang nggak terurus kita poles lagi,” ungkap Mirwan Suwarso, pewakilan Mola TV, salah satu unit usaha milik Grup Djarum.

Mengutip Calcio e Finanza, Hartono tercatat sebagai orang terkaya di Serie A Italia. Kekayaan Hartono mengalahkan pemilik klub sepak bola yang jauh lebih terkenal, seperti Fiorentina, AS Roma, hingga Juventus.

Fiorentina tercatat dimiliki oleh Rocco Commisso yang memiliki harta US$ 8 miliar dan AS Roma merupakan milik Dan Friedkin dengan harta US$ 6,4 miliar. Kedua orang ini bertengger di posisi ke-3 dan ke-4 orang terkaya di Serie A, setelah Budi dan Bambang Hartono . 

Kemudian pemilik Juventus, John Elkann, berada di posisi ke-7 dengan harta US$ 2,6 miliar. 

Dalam Forbes Real Time Billionaires per Rabu (31/1/2024), Robert Budi Hartono tercatat di urutan ketiga orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$23,8 miliar atau setara dengan Rp 382,6 triliun (kurs Rp 16.077). Lalu pada urutan keempat diisi oleh Michael Hartono dengan total kekayaan US$22,8 miliar atau setara dengan Rp366,55 triliun.

Banyak orang mengira sumber kekayaan terbesar duo Hartono berasal dari usaha rokok kretek yang mereka miliki saja. Sebagaimana diketahui, Robert dan Michael Hartono merupakan anak dari pendiri perusahaan rokok kretek Djarum, Oei Wie Gwan.

Grup Djarum melebarkan sayap mulai tahun 1972 dengan melakukan ekspor dan melakukan produksi menggunakan mesin pada 1981 hingga menjadi perusahaan rokok terbesar di Tanah Air. Beberapa produk Djarum yang dikenal masyarakat yakni Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Super, hingga Djarum Black.

Pada faktanya, sumber kekayaan Duo Hartono selain dari Djarum, juga mengalir dari investasi. Duo Hartono menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dibawah naungan PT Dwimuria Investama Andalan dengan kepemilikan 54,94% saham BBCA hingga laporan keuangan kuartal IV 2023.

Dwimuria dimiliki oleh Robert Budi Hartono sebanyak 51% saham, dan 49% saham dipegang oleh Michael Bambang Hartono.

Aliran kekayaan duo Hartono juga berasal dari investasi di emiten sektor telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

Melalui PT Sapta Adhikari Investama yang dimiliki oleh keluarga Hartono, mereka memiliki kepemilikan saham TOWR sebesar 54,42% dan menjadi pengendali utama. Selain itu PT Dwimuria Investama Andalan yang dimiliki oleh keluarga Hartono juga memiliki porsi sebesar 5% di saham TOWR hingga 30 April 2024

Kontribusi kekayaan Duo Hartono dari investasi juga berasal dari kepemilikan terbesar di saham PT Global Digitan Niaga Tbk (BELI). Melalui PT Global Investama Andalan (GIA), keluarga hartono memiliki kepemilikan saham BELI sebesar 80,49% per 30 April 2024.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kisah BCA, Lepas dari Salim & Jadi Rebutan Pengusaha Sedunia


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *