Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perta Life Insurance (Pertalife) buka suara soal dampak kasus korupsi PT Timah Tbk (TINS) terhadap kinerja operasionalnya. Diketahui, TINS memiliki 27,83% saham PertaLife Insurance.

Direktur Utama Pertalife Insurance Hanindio W. Hadi mengaku, kasus tersebut sempat menjadi perhatian utama dari korporasinya. Namun ia menegaskan, pihaknya tidak terdampak atas isu tersebut.

“Memang itu sempat jadi concern dari corporate secretary (corsec) kita. Tapi kita bukan yang mencoba bergerak untuk sesuatu yang masih belum kelihatan arahnya kemana gitu,” jelas Hanindio saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, (14/5/2024).

Ia pun meihat, kasus tersebut merupakan kasus yang menyangkut individu, bukan keseluruhan perseroan. Sehingga, ia memastikan tidak terlibat atas kasus tersebut.

“Tapi kita gak ikut masuk ke situ dan sejauh ini kita pada saat diskusi secara informal pun juga tugas kita untuk meng-convince bahwa yang namanya Pertalife ini, benar kepemilikannya dimiliki oleh Timah, tapi operasionalnya terpisah,” jelasnya.

Mengacu pada laporan keuangan tahun 2023nya, saham Pertalife Insurance 71,39%-nya dimiliki oleh Dana pensiun Pertamina dan 27,83% lainnya oleh PT Timah Tbk. Sisanya, sebanyak 0,78% dimiliki oleh Menteri Keuangan RI.

Seperti diketahui, sebelumnya Kejagung telah menetapkan beberapa ersangka dalam kasus dugaan korupsi tata niaga di Wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015-2022. Adapun kerugian ekologis dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp271 triliun.

Adapun sejumlah pejabat PT Timah hingga crazy rich PIK termasuk dalam daftar tersangka tersebut, antara lain Direktur Utama TINS periode 2016-2021 Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), Direktur Keuangan TINS periode 2017-2018 Emil Ermindra, Direktur Operasi Produksi TINS 2017-2021 Alwin Albar, hingga Crazy Rich PIK Helena Lim sebagai Manajer PT QSE, dan suami artis Sandra Dewi sekaligus perpanjangan tangan PT Refined Bangka Tin (RBT) Harvey Moeis.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Gurita Bisnis Harvey Moeis, Suami Sandra Dewi yang Kena Kasus Korupsi


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *