Jakarta, CNBC Indonesia РPT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperkenalkan platform WIKA Integrated Smart E-Procurement (WISE) sebagai terobosan baru dalam fungsi pengadaan Supply Chain Management (SCM) yang semakin transparan.

Platform dengan basis web application tersebut diluncurkan sejalan dengan strategi penguatan tata kelola Perseroan yang masuk dalam 8 Metode Stream penyehatan.

Melalui platform tersebut, proses tender dapat dilaksanakan dengan transparan. Di mana para vendor dapat memantau status proses penawaran secara langsung, sehingga akan meminimalisir potensi terjadinya KKN.

Di sisi lain, Perseroan juga diuntungkan dengan aplikasi platform tersebut. Di mana Perseroan akan mendapatkan harga lebih kompetitif dengan kualitas yang telah ditentukan sehingga diharapkan mampu menghasilkan efisiensi bagi Perseroan.

“Hal ini menunjukkan komitmen Perseroan untuk terus mengedepankan transformasi digital dalam berbagai aktivitas bisnisnya untuk menciptakan efektivitas, efisiensi, serta penerapan tata kelola yang semakin kuat yang sejalan dengan strategi keberlanjutan WIKA,” kata Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito dalam keterangan tertulis, Selasa (21/5/2024).

Lebih lanjut, sejalan dengan upaya perkuatan tata kelola dan digitalisasi perseroan melalui launching platform WISE, WIKA kembali meraih risk rating yang semakin baik dari lembaga pemeringkat Environmental, Social, dan Governance (ESG) internasional yaitu Sustainalytics dengan skor sebesar 28,2 (Medium Risk) atau lebih baik dari skor sebelumnya yaitu 29,8 (Medium Risk).

“Penilaian rating terbaru ini semakin menguatkan posisi Perseroan sebagai Perusahaan Konstruksi dengan nilai ESG rating terbaik di Indonesia dan sejajar dengan perusahaan konstruksi global seperti Vinci Construction,” kata dia.

Adapun penilaian tersebut didasarkan pada penerapan tata kelola yang baik dari Perseroan dibuktikan dengan telah adanya kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan memiliki Whistleblowing Sistem yang baik dan telah terintegrasi dengan Lembaga KPK.

Selain itu, Perseroan juga dinilai memiliki kepedulian terhadap dampak karbon yang dihasilkan dari proses konstruksi yang ditunjukan dengan telah dimilikinya perencanaan penurunan emisi karbon (carbon footprint) di seluruh wilayah operasi Perseroan.

Agung menyatakan penyematan predikat ini merupakan wujud komitmen Perseroan dalam menerapkan kebijakan keberlanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang melalui praktik berkelanjutan dalam seluruh lini bisnis WIKA, dengan mengintegrasikan strategi dan aktivitasnya ke dalam tanggung jawab terhadap Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perseroan.


Artikel Selanjutnya


Tok! Wijaya Karya (WIKA) Restrukturisasi Utang Rp20,58 T


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *